"Mbak, sudah pasca ya?" teringat pertanyaan seseorang di suatu acara seminar beberapa minggu lalu. Akupun langsung tertawa, sangat menggelitik bagiku. "Pasca? Pasca SMA sih iya mbak.. Tapi, kalau pasca sajana? Subhanallah.." celetukku ringan.
Peristiwa seperti itu tidak hanya terjadi satu atau dua kali saja, hmmm terkadang akupun berfikir.. Apa memang aku ini tampak begitu tua sehingga banyak orang yang salah faham denganku. tapi ketika bercermin, aku lihat tidak ada sesuatupun yang salah dimataku, hanya baju terusan longgar dan jilbab biasa tidak ada yang spesial. "Justru karena pakaian yang Mbak pakai yang membuat Mbak terlihat dewasa" kata seorang teman.
hmmm dewasa, tidak asing kata itu di telingaku. Tapi sampai sekarangpun aku masih belum mengerti indikator kedewasaan yang sebenarnya. Panggilan Mbak, Ning, memang bukan indikator. Tapi bagiku, panggilan-panggilan itu memotivasi untuk selalu memperbaiki dan menjaga diri agar diri ini layak dan pantas akan panggilan itu.
Tidak sedikit teman-temanku yang memanggilku Mbak dan Ning, yang sempat membuatku sedikit risih. Bagaimana tidak, ada salah seorang temanku yang lebih tua 2 tahun dariku tetap bersikeras memanggilku Mbak. Dan juga teman-temanku yang lain, meskipun sebagian baru tau dan terkejut ketika tau bahwa orang yang selama ini dipanggil Mbak hanyalah gadis kelahiran tahun 1994, tapi tetap saja panggilan itu melekat padaku.
Hmm tapi jauh dari lubuk hati, terhatur rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada mereka. Karena dengan panggilan itulah aku dituntut untuk dewasa, aku dituntut untuk selalu memperbaiki diri dan menjadi dewasa yang sesungguhnya :)

0 komentar:
Posting Komentar